Jumat, 20 Maret 2015

legenda danau dendam bengkulu

                                       

Legenda Dendam Tak Berkesudahan di Danau Cantik Bengkulu        Jika Anda bertandang ke Bengkulu, tak ada salahnya mengunjungi sebuah danau cantik nan unik. Danau Dendam Tak Sudah, begitu masyarakat setempat menyebutnya.


       Menurut kepercayaan masyarakat, ada dua kisah yang menjadi latar belakang penamaan danau itu, seperti dilansir dari laman Indonesia.travel.
       Kisah pertama merupakan legenda percintaan. Konon, ada sepasang kekasih yang cintanya tidak direstui orang tua. Mereka yang tengah mabuk asmara memutuskan bunuh diri dengan loncat ke danau. Sejak saat itu, masyarakat Bengkulu percaya ada dua ekor lintah raksasa yang hidup di danau dan merupakan jelmaan sepasang kekasih tersebut. Mereka terus hidup dengan menyimpan rasa dendam.

     Kisah lain berlatar sejarah di mana Belanda yang saat itu menduduki Indonesia memutuskan membuat dam di danau tersebut. Tujuannya agar air danau tidak mudah meluap untuk mempermudah pembangunan jalan di sekitar danau.

    Akan tetapi, pada praktiknya, pembangunan dam terhenti atau tidak pernah selesai. Mereka menyebutnya dengan ‘Dam Tak Sudah’. Entah bagaimana awalnya ‘Dam Tak Sudah’ kini berubah menjadi ‘Dendam Tak Sudah’.

    Namun, di balik namanya yang terdengar cukup aneh, Danau Dendam Tak Sudah menawarkan keindahan yang luar biasa. Dengan luas 37,50 hektar, danau ini terletak di Kota Curup, Bengkulu Utara, hanya 6 kilometer dari pusat Kota Bengkulu.

    Danau Dendam Tak Sudah merupakan kawasan cagar alam karena dikelilingi bukit-bukit hijau yang menyimpang banyak potensi ekologi dan keseimbangan ekosistem.

   Karena lingkungannya yang masih sangat asri, tak mengherankan bila Danau Dendam Tak Sudah menjadi habitat flora dan fauna langka. Tumbuhan endemik langka seperti anggrek matahari, nipah, plawi, pulai, bakung, gelam, terentang, sikeduduk, brosong, ambacang rawa, dan pakis, tumbuh subur di sana. Ada pula beberapa jenis ikan langka yang berasal dari famili Anabantidae, Bagridae, dan Cyprinidae.
   Hadirnya hewan-hewan seperti lutung atau kera ekor panjang, burung kutilang, babi hutan, siamang, dan ular phyton yang hidup di sekitar danau, juga menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan.

6 komentar: